CHARACTER
BUILDING

MAKALAH
PENTINGNYA
MOTIVASI DALAM PENINGKATAN POTENSI INDIVIDU
Nama :
Muhamad Fadhilah
Kelas :
12.2A.06
Study : TEKNIK INFORMATIKA
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, shalawat serta salam senantiasa
tercurah kepada Rasulullah SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Berkat kudrat
dan iradat-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah yang membahas
tentang “POTENSI DIRI”
ini meupakan salah satu tugas mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Dalam
kesempatan ini kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, dorongan,
bimbingan dan arahan kepada penyusun.
Dalam
makalah ini kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu segala saran
dan kritik guna perbaikan dan kesempurnaan sangat kami nantikan. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.
Jakarta,
3 Juli 2019
Penulis
Muhamad Fadhilah
DAFTAR ISI
Hal
|
HALAMAN
JUDUL
|
|
||
|
KATA
PENGANTAR.........................................................................................
|
i
|
||
|
DAFTAR
ISI........................................................................................................
|
ii
|
||
|
BAB
I
|
PENDAHULUAN...........................................................................
|
1
|
|
|
|
1.1
|
Latar Belakang......................................................................
|
1
|
|
|
1.2
|
Rumusan
Masalah.................................................................
|
4
|
|
BAB
II
|
PEMBAHASAN..............................................................................
|
5
|
|
|
|
2.1
|
Pengetian PotensiDiri............................................................
|
5
|
|
|
2.2
|
Macam-Macam Potensi
Diri.................................................
|
7
|
|
|
2.3
|
Cara Mengenali Potensi
Diri.................................................
|
8
|
|
|
2.4
|
Membangun Potensi Diri......................................................
|
11
|
|
|
2.5
|
Usaha-Usaha Pengembangan Potensi Diri............................
|
12
|
|
|
2.6
|
Hambatan-Hambatan Dalam Pencapaian Potensi Diri.....
|
14
|
|
BAB
III
|
PENUTUP.......................................................................................
|
17
|
|
|
|
3.1
|
Kesimpulan...........................................................................
|
17
|
|
|
3.2
|
Saran.....................................................................................
|
17
|
|
DAFTAR
PUSTAKA..........................................................................................
|
18
|
||
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Telah lama diteliti bahwa selama hidupnya, manusia
hanya menggunakan kurang dari 10% potensi diri yang tersembunyi di dalam otak.
Bahkan sebagian besar manusia menggunakannya di bawah bilangan 5%. Lalu kemana
yang 90% ? Jawabannya adalah potensi diri tersebut menunggu untuk digali. Dua
dekade terakhir, penelitian tentang potensi diri manusia mengalami peningkatan
yang signifikan. Semakin banyak metode-metode up to date dengan hasil
penelitian yang mengungkap potensi diri dengan cara pengembangan potensi otak
manusia. Bagaimanakah hubungan antara potensi diri atau potensi otak ini dengan
kehidupan anda ? Pada realitasnya keduanya mempunyai hubungan yang erat sekali.
Hal ini berarti, kemampuan anda untuk mengoptimalkan daya otak anda akan
sangat membantu anda untuk meraih target kesuksesan anda.
Potensi diri manusia sungguh luar biasa dahsyatnya.
Lihatlah hasil karya potensi diri manusia di muka bumi ini. Meliputi berbagai
bidang disiplin ilmu mengeksplorasi luasnya jagad besar (makrokosmos),
teori-teori fisika dan kimia yang membuat manusia mampu pergi menjelajah ke
bulan, mengeksplorasi luasnya angkasa luar, meluncurkan satelit dengan
kemampuan membaca setiap detil peta bumi secara lengkap dan jelas, menciptakan
pesawat terbang super canggih, pesawat ulang alik nan menghebohkan, menciptakan
kapal selam super power, menemukan jejaring internet yang membuat dunia ini
serasa mengkerut seolah-olah bagaikan dalam genggaman tangan.
Begitu juga eksplorasi ke dalam jagad kecil
(mikrokosmos) yang teramat rumit dan njelimet, temuan-temuan dalam
bidang ilmu biologi, neuro science, neurologi, fisiologi, kimia mikro dan
teknologi medis yang membuat manusia mampu menciptakan organ-organ tubuh
imitasi yang dapat mengganti fungsi organ ciptaan Tuhan yang telah rusak. Ilmu
ekonomi yang mampu membuat imperium bisnis sangat besar dan kuat, digabung
dengan ilmu sosial dan politik mampu menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan
masyarakat di berbagai negara belahan bumi Eropa, Amerika dan Asia. Semua itu
merupakan buah karya potensi otak manusia. Dahulu, sesuatu yang dianggap
sebagai kodrat (harga mati) yang tak bisa lagi dirubah (diwiradat), kini
manusia semakin membuktikan diri mampu membuat temuan-temuan dan hasil karya
yang menakjubkan, boleh jadi dianggap mukjizat. Meciptakan lensa mata imitasi
menggantikan lensa asli yang rusak terkena katarak atau aksiden, menganti
jantung manusia dengan jantung binatang, bahkan dengan alat pemacu kerja
jantung membuat seseorang mampu bertahan hidup puluhan tahun lagi.
Bukankah tugas manusia di bumi ini untuk membaca,
memahami, lalu menghayati bahasa dan ilmu Tuhan yang Mahaluas tiada batasnya
itu. Bukankah setiap ada kesulitan, manusia selalu tertantang berikhtiar
menemukan jalan keluarnya ? Maka tak heran bila dalam teknologi elektronika-metafisika,
manusia telah menemukan alat penyadap keberadaan roh halus dan
eksistensi makhluk gaib lainnya. Bahkan mungkin manusia masa depan akan mampu
mendeteksi dan menshooting dengan kamera khusus yang dapat menangkap
berbagai wujud makhluk halus.
Perkembangan potensi manusia tentunya tidak akan
berkembang pesat apabila mental spiritual, dan pola pikirannya masih
terbelenggu oleh sistem nilai yang diam-diam mengikat kesadaran dari dalam alam
bawah sadar Anda sendiri. Agama
pun sesungguhnya bukan untuk mengungkung mental, mengurung kesadaran dan
kebebasan berfikir, serta membelenggu kemampuan jelajah spiritual manusia.
Sebaliknya, sungguh ideal di saat mana agama dipahami sebagai guidance
(pemandu jalan) agar potensi dan prestasi manusia mampu mengembangkan kemampuan
pikirnya secara maksimal, dengan orientasi yang terarah, bermanfaat sebagai berkah
bagi alam semesta dan seluruh isinya. Pada hakekatnya peran semua agama
bukan bertujuan untuk membatasi perkembangan potensi diri, kreatifitas dan
kreativitas inovasi manusia. Melainkan menjaganya agar jangan sampai inovasi
manusia disalahgunakan sehingga membuat kerusakan-kehancuran di muka bumi.
Sebagai contoh, bila Anda percaya bahwa Tuhan itu berkah bagi alam semesta
maka dinamit bukan untuk digunakan membunuh manusia lainnya, melainkan untuk
menciptakan energi yang dimanfaatkan bagi kesejahteraan umat, serta menjaga dan
melestarikan anugrah Tuhan berupa lingkungan alam.
Dapat dibayangkan besarnya prestasi apabila manusia
mampu mendayagunakan potensi diri yang lebih besar lagi, hingga mencapai 50 %
nya saja. Sebab biar seberapapun kemajuan dan kedahsyatan potensi manusia
seperti contoh di atas, kenyataannya bagian yang 90% potensi masih terpendam di
dalam diri dan dibiarkan sia-sia begitu saja. Maka tugas masing-masing kita adalah bisa membuka, menggali, mengenali,
mengembangkan, lalu memanfaatkan potensi diri lebih baik daripada hari ini.
Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi, melainkan untuk menggapai kebaikan
yang lebih utama, yakni menghayati makna berkah bagi alam semesta,
dengan berprinsip memanfaatkan hidup kita agar berguna bagi sesama, seluruh
makhluk, dan lingkungan alam. Apabila prinsip ini Anda terapkan dalam
lembaga terkecil keluarga, niscaya keluarga anda akan harmonis, tenteram,
selamat, sejahtera, dan selalu kecukupan rejeki. Kalis ing rubeda, nir ing
sambekala. Terlindung dari segala kefakiran ; fakir kesehatan, fakir harta,
fakir ilmu, fakir hati nurani, fakir budi pekerti.
Secara teknis, untuk menjemput anugerah memerlukan
kesadaran diri untuk mengembangkan potensi dalam diri. Untuk mengembangkan
potensi diri, kita harus terlebih dahulu memahami 3 unsur utama yang
mempengaruhi kepribadian manusia. Ketiga unsur tersebut sangat menentukan
potensi diri dan menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang, adalah
sebagai berikut :
1.
Data InPut. Data input di antaranya mencakup sistem kepercayaan, ilmu pengetahuan,
tradisi, budaya, lingkungan pergaulan dan pengalaman hidup. Semua itu merupakan faktor yang menentukan pola pikir (mind set)
seseorang. Sistem kepercayaan mencakup seperangkat nilai, sesuatu yang
dianggap berharga, segala sesuatu yang diyakini, dan segala sesuatu yang
dianggap benar. Cara pandang agama dalam memahami kehidupan ini akan
berpengaruh terhadap cara pandang atau pola
pikir (mind set) yang dimiliki para penganutnya. Demikian pula
ilmu pengetahuan, tradisi, budaya, pengalaman hidup semuanya merangkum
seperangkat nilai yang berisi bagaimana tingkat kesadaran manusia memahami
setiap lini kehidupan ini. Tingkat kesadaran ini tercermin dalam pola pikir
setiap individu.
2.
Pola Pikir
(mind set) atau dalam ilmu Jawa disebut Båwå : disebut pula sistem
berfikir merupakan faktor penentu sistem perilaku atau kepribadian
seseorang (behavior). Menentukan bagaimana seseorang mengambil atau menentukan
suatu rencana tindakan. Pola pikir akan menentukan respon terhadap segala
sesuatu yang terjadi di dalam diri (inner world) maupun lingkungan
sosial dan lingkungan alamnya. Pola pikir setiap individu dipengaruhi oleh
tingkat kesadarannya. Tingkat kesadaran ditentukan oleh pengalaman pribadi,
lingkup pergaulan, ilmu pengetahuan, sistem kepercayaan, mitologi, dan
kebudayaan. Pola pikir ini kemudian akan menentukan pola perilaku atau sistem
perilaku.
3.
Sistem
perilaku / Kepribadian
(behavior) atau dalam ilmu Jawa disebut Solah : adalah faktor yang menentukan tata cara
berinteraksi, bertindak, berbuat atau penentu perbuatan terhadap dunia luar,
lingkungannya, atau segala sesuatu peristiwa di dalam diri maupun lingkungan
sosialnya.
1.2 Rumusan
Masalah
a.
Pengertian potensi diri
b.
Macam-macam potensi diri
c.
Bagamainakah cara mengenali potensi diri ?
d.
Bagaimana cara embangun potensi diri
e.
Usaha-usaha untuk mengembangkan potensi diri
f.
Apa saja hambatan-hambatan dalammengembangkan potensi
diri ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Potensi Diri
Potensi berasal dari kata bahasa Inggris to
potent yang berarti keras, kuat. Dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia yang dimaksud potensi adalah kemampuan-kemampuan dan kualitas-kualitas yang dimiliki oleh seseorang, namun belum dipergunakan secara maksimal. Potensi
merupakan suatu daya yang dimiliki oleh manusia, tetapi daya tersebut
masih terpendam dalam diri yang bersangkutan. Setiap
manusia pada dasrnya memiliki potensi, tetapi tidak setiap
manusia berkehendak dan mau bekerja keras untuk
mendayagunakan potensi tersebut.
Pengertian potensi diri adalah kemampuan yang dimiliki setiap pribadi (individu) yang
mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan dalam
berprestasi. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada
diri setiap orang, setiap orang memilikinya. Potensi diri
ada yang positif dan ada yang negatif. Potensi diri yang positif seperti :
a.
memiliki idealisme
b.
dinamis dan kreatif
c.
keberanian mengambil
resiko
d.
optimis dan
kegairahan semangat
e.
5.kemandirian dan
disiplin murni
f.
fisik yang kuat dan
sehat
g.
sikap ksatria
h.
terampi dalam
menerapkan iptek
i.
kompetitif
j.
daya pikir yang kuat
k.
memiliki bakat
Selain potensi diri yang
positif setiap manusia juga memiliki potensi diri yang negatif seperti :
a.
mudah diadu domba
b.
kurang berhati-hati
c.
emosional
d.
kurang percaya diri
e.
kurang mempunyai motivasi
Potensi diri merupakan
kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang
dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara
maksimal. Jadi kalau dihubungkan dengan kewirausahaan berarti kemampuan,
kekuatan yang dimiliki seseorang dalam berusaha atau melakukan suatu usaha..
Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai
berikut.
·
Kemampuan
dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi,
logika dan daya tangkap.
·
Etos kerja, seperti
ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
·
Kepribadian, yaitu pola
menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik
jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di
bawah aneka pengaruh luar.
Menurut “Howard
Gardner”, potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai
berikut:
1.
Intelegensi
linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata,
baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki
oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
2.
Intelegensi
matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan
bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
3.
Intelegensi
ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal
bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara
cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan
pemburu.
4. Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh
untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor,
penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
5. Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan,
mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini
terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
6. Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti
dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain
seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
7. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam
mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi
(merenung) dan keseimbangan diri.
8. Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal
alam, flora dan fauna dengan baik.
9.
Intelegensi
eksistensial, kemampuan seseeorang menyangkut kepekaan menjawab
persoalan-persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup,
mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.
Potensi diri sebaiknya dikembangkan dengan cara
berusaha dengan keras. Karena potensi ini tidak akan berpengaruh bila kita
tidak berusaha untuk mengembangkan dan mewujudkanya.
2.2 Macam-Macam
Potensi Diri
Potensi diri merupakan
kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang
dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara
maksimal.
Manusia memiliki potensi diri
yang dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:
1. Potensi
Fisik (Psychomotoric)
Merupakan
potensi fisik manusia yang dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk berbagai
kepentingan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup. Misalnya mata untuk
melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar dan lain-lain. Potensi diri
ini dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk saling membagi kepentingan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Contohnya hidung untuk mencium bau, tangan untuk
menulis, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar, dan mata untuk melihat.
2. Potensi
Mental Intelektual (Intellectual Quotient)
Potensi diri
ini adalah potensi kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama otak
bagian kiri). Fungsi dari potensi ini yaitu untuk merencanakan sesuatu,
menghitung dan menganalisis.
3. Potensi
Sosial Emosional (Emotional Quotient)
Potensi diri
ini sama dengan potensi mental intelektual, tetapi potensi ini terdapat di otak
manusia bagian kanan. Fungsinya yaitu untuk bertanggung jawab,
mengendalikan amarah, motivasi, dan kesadaran diri.
4. Potensi
Mental Spiritual (Spiritual Quotient)
Potensi ini
merupakan potensi kecerdasan yang berasal dari dalam diri manusia yang
berhubungan dengan kesadaran jiwa, bukan hanya untuk mengetahui norma, tapi
untuk menemukan norma.
5. Potensi Daya
Juang (Adversity Quetient)
Sama seperti
potensi mental spiritual, potensi daya juang juga berasal dari dalam diri
manusia dan berhubungan dengan keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang
tinggi.
2.3 Cara
Mengenali Potensi Diri
Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing.
Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya
sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika
diasah dengan baik.
Berikut ini adalah cara mengetahui potensi diri, yaitu :
1. Bidang apa saja yang kita senangi. Sesuatu
yang penuh gairah dan semangat kita lakukan. Tanpa harus diminta atau disuruh.
Anda akan melakukannya secara sukarela tanpa dibayar, bahkan anda mau
mengeluarkan uang untuk apa yang anda lakukan. Inilah yang disebut dengan hobi.
Seseorang yang punya hobi tertentu akan melakukannya dengan sepenuh hati.
Misalnya orang yang hobi memelihara tanaman, dia rajin menyiram dan merawat
tanaman setiap hari. Dia rela mengeluarkan uang berapapun untuk membeli
tanaman, pupuk, alat-alat dan semacamnya. Hobi bisa membawa kebahagiaan dan
juga penghasilan. If we do what we love, then money will follow.
2. Bertanya kepada orang terdekat. Orang yang paling tahu diri anda
adalah orang terdekat. Bisa orang tua, kakak-adik, saudara, keluarga, atau teman.
Merekalah yang tahu tentang diri anda dari kecil sampai dewasa. Jadi mereka
tahu apa potensi diri anda. Terkadang kita tidak menyadari potensi yang kita
miliki, perlu orang lain untuk membantu menyadarkan.
3. Mencoba
hal-hal baru. Begitu banyak yang bisa kita lakukan di dunia ini. Wawasan,
pergaulan dan keberanian yang terbataslah yang menghambat kita untuk
melakukannya. Kita bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan.
Tentu saja yang kita lakukan tidak boleh melanggar hukum yah. Dengan mencoba
banyak hal, mungkin kita akan menemukan potensi diri yang selama ini
tersembunyi.
4. Banyak
membaca, melihat dan merasakan. Dengan begitu akan banyak informasi dan
pengetahuan yang bertambah. Bacaan dan tontonan yang kita sukai itu bisa jadi
adalah sebuah potensi. Jika anda suka membaca perkembangan dunia komputer,
internet dan semacamnya. Anda bisa menjadi ahlinya, asalkan terus konsisten
untuk menambah pengetahuan.
5. Kenali
diri sendiri
Coba
buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda
inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja
kelemahan anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif.
Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan
anda.
6. Tentukan
tujuan hidup
Tentukan
tujuan hidup anda baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang
secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan
kompetensi anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh
semangat untuk mencapainya.
7. Kenali
motivasi hidup
Setiap
manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba
kenali apa motivasi hidup anda, apa yang bisa melecut semangat anda untuk
menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga anda memiliki kekuatan dan dukungan
moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.
8. Hilangkan
negative thinking
Enyahkan
pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda mencapai tujuan.
Setiap kali anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik
coba evaluasi kembali langkah anda mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Kemudian melangkahlah kembali jika anda telah menemukan jalan yang mantap.
9. Jangan
mengadili diri sendiri
Jika
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan
menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan
membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan
sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
Potensi diri itu harus digali, sama seperti minyak
bumi. Tidak ada minyak yang berada di atas tanah. Kita harus mencari lokasi
yang tepat untuk menggali minyak. Kedalamannya pun tidak selalu sama. Ada yang
cepat ditemukan, ada juga yang perlu menggali lama karena minyaknya ada jauh di
kedalaman.
Tidak ada manusia yang lahir ke dunia langsung menjadi
ahli di bidang tertentu. Semua harus diraih dengan proses. Jika anda sudah tahu
potensi diri anda, itulah modal kesuksesan. Jika anda bisa mengembangkan
potensi anda menjadi prestasi, kesuksesan sudah menanti.
2.4 Membangun
Potensi Diri
Kita sebagai insan diberikan
kelebihan dari yang lainnya, oleh karena itu pertahankanlah potensi diri dan
berusaha untuk menambahnya, bukan berada dalam kebinasaan.
Allah swt berfirman dalam
surah Al baqarah ayat 195 yang artinya “Dan belanjakanlah harta bendamu dijalan
Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan dan
berbuat baiklah kamu karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.
Aktifitas yang terus menerus
dilakukan siang dan malam hendaknya selalu diisi dengan perbuatan yang baik dan
sesuai norma agama, sehingga benar-benar menggambarkan pribadi yang dibimbing
pada amal shaleh, lain halnya dengan pribadi yang langkah kaki dan pikirannya yang
diselimuti nafsu angkara murka, tingkah laku yang dikuasai nafsu jahat tentu
akan mendatangkan perkataan dan perbuatan jahat dan kejam.
Pikiran yang jauh dari
mengingat Allah akan berpengaruh pada jiwanya, sehingga prilakunya tidak bisa
dikendalikannya lagi, yang dianggap penting adalah kepuasan pribadinya
terpenuhi, jalan pentas selalu ditempuh tanpa memperhatikan hak dan kewajiban
sebagaimana layaknya hidup seorang muslim, mereka inilah orang yang akal
pikirannya dikuasai syaitan, sebagaimana firman Allah pada surah Al mujadalah
ayat 19 yang artinya :Syaitan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka
lupa mengingat Allah mereka itulah golongan syaitan, ketahuilah bahwa
sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”.
Kalau setan sudah menguasai diri
seseorang, eh apa yang terjadi, tentu tumbuh dan suburnya berbagai penyakit
rohani seperti iri hati, malas, dengki, suka berlaku kejam berbohong dan
lainnya. Atas pribadi yang dilanda penyakit tersebut mari kita hilangkan dengan
berangsur-angsur minta pertolongan Allah dan mengisi diri dengan kegiatan yang
mendatangkan manfaat bagi pribadi dan orang lain.
Kini kita berada dibulan
penuh rahmat, maka sepantasnya sifat jahat kita tinggalkan, kita bakar
perbuatan angkara murka dan membakar kemungkaran yang membelenggu jiwa raga
manusia, meninggalkan dalam pikiran yang jahat serta tindakan yang hampa nilai
hakikat dan tujuan hidup bahkan lupa kepada Allah yang menciptakan alam semesta
dengan tekad yang kuat akan kembali pada prilaku baik tentunya jiwa kita diisi
dengan bentuk kebaikan, menghiasi diri degan akhlak terpuji, sehingga prilaku
yang diperankan ditengah masyarakat membawa kedamaian dan kesejahteraan baik
bagi dirinya sendiri terlebih lagi aman bagi orang lain.
Kesamaan dalam menjaga
kedamaian tentunya memudahkan bagi setiap orang dalam melakukan kegiatan
sehari-hari, inilah gambaran akhlak baik mendatangkan masyarakat yang baik
pula, sehingga satu sama lain dapat dijadikan contoh teladan dalam hidup
bermasyarakat.
2.5 Usaha-Usaha
Pengembangan Potensi Diri.
Setiap
bangsa di dunia ini tentu memiliki kekhasan yang berbeda satu dengan yang
lain. Tidak terkecuali dengan bangsa dan negara
Indonesia. Sejak berdirinya pada tanggal 17 Agustus 1945
bangsa Indonesia telah memiliki prestasi diri yang
tidak sedikit. Prestasi diri adalah suatu kebanggaan yang telah
dimiliki/diraih oleh suatu bangsa. Prestasi diri
dapat dimiliki oleh individu maupun kelompok bahkan bangsa. Seperti baru-baru ini Human Development
Index Indonesia tahun 2007 menduduki peringkat 107 dunia, atau
mengalami peningkatan prestasi dalam menangani
korupsi dan tidak lagi menjadi negara terkorup seperti sebelumnya.
Apakah mereka dapat disebut telah berprestasi
? Coba bandingkan pemahaman kalian tentang
aktivitas dan hubungannya dengan prestasi diri
dengan paparan berikut ini. Setiap
manusia apapun profesinya tentu akan mempunyai keinginan untuk berprestasi. Oleh karena dengan berprestasi seseorang akan dapat menilai apakah dirinya
sudah berhasil mencapai tujuan hidupnya atau tidak, juga untuk membawa nama baik bangsa dan negara jika memang bisa. Pengertian prestasi yaitu hasil yang telah dicapai, dilakukan, diperoleh atau dikerjakan.
Potensi tiap orang tidak akan sama, ada yang
berpotensi dalam hal :
a. melukis
b. berolahraga
c. irama musik
d. cepat menghitung
e. puisi
f. pemimpin
g. menyesuaikan
diri
h. tampil
menawan dan lain-lain
Manakah
yang paling bagus potensinya? Tidak mungkin terjawab dengan tepat,
karena masing-masing peristiwa menampilkan “tokoh”
yang memiliki kecerdasan dalam bentuk yang
berbeda-beda. Potensi antara orang satu dengan lainnya tentu tidak akan sama, dan seseorang tidak akan mungkin menjadi orang yang sama persis dengan orang yang dikagumi potensinya. Mengapa demikian? Pada hakikatnya manusia adalah individu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki potensi diri yang berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga prestasi diri setiap orang tentu tidak akan sama. Itu sebabnya para ahli berpendapat bahwa setiap siswa adalah individu yang unik (berbeda satu dengan lainnya).
Sebagai
Warga Negara Indonesia yang baik maka setiap orang berusaha berprestasi demi keunggulan bangsa
Indonesia tercinta. Tentu sangat membanggakan jika kita dapat berprestasi
seperti Taufik Hidayat, Susi Susanti, Gita Gutawa Juara
menyanyi di Mesir tahun 2007, Usman Hasan Saputra, Hermawan
Kertajaya, Prof Dr Ir BJ Habibie, Dahlan Iskan atau Ir
Ciputra, serta masih banyak lagi yang dapat
dilihat dan disaksikan sendiri. Semua berprestasi sesuai bidangnya masing-masing. Ada yang di bidang olah raga, seni, budaya, maupun ilmu pengetahuan serta enterpreneur (wiraswasta). Mengapa mereka dapat berprestasi
di bidangnya, dan mengapa kita tidak atau belum mampu berprestasi seperti
mereka ?
2.6 Hambatan-Hambatan Dalam
Pencapaian Potensi Diri
Potensi yang dimiliki seseorang bisa berkembang atau
tidak tergantung pada pribadi dan lingkungan. Banyak hanbatan yang menyebabkan
potensi diri menjadi tidak terasah. Sementara menurut Mike Woodcook dan Dave
Francis, hambatan-hambatan pengembangan potensi diri tersebut adalah sebagai
berikut :
|
KETERANGAN
|
CIRI-CIRI PELAKU
|
|
Ketidakmampuan mengatur diri
|
Melalaikan kesehatan fisik, hidup tidak
teratur, tidak menerima suatu kegagalan, merasa diri lemah
|
|
Nilai pribadi yang tidak jelas
|
Tidak mempermasalahkan nilai, bertindak
berbeda dari nilai yang dianut, mengambil sikap pasif terhadap kehidupan,
menghindari umpan balik, menghindari tanggung jawab
|
|
Tujuan pribadi yang tidak jelas
|
Tidak mempunyai tujuan pribadi,
cenderung mengubah arah, tidak mengukur kemampuan, menghindari resioko, tidak
punya keseimbangan pribadi, tidak mempunyai tujuan jelas
|
|
Pribadi yang kerdil
|
Menghindari tanggung jawab untuk
belajar, menghindari tantangan, tidak menguji diri, menyembunyikan
perasaannya, menghindari umpan balik
|
|
Kemampuan yang tidak memadai untuk memecahkan masalah
|
Mempunyai masalah yang tidak
terselesaikan, menggunakan teknik yang kurang tepat, pendekatan yang tidak
sistematis
|
|
Kreativitas rendah
|
Menghindari resiko, tidak belajar dari
kesalahan, puas dengan kedudukan yang ada, cenderung tidak menyelesaikan
tugas, tidak yakin akan kemampuan diri
|
|
Wibawa rendah
|
Merasa kurang dihargai, kurang bisa
mengungkapkan pendapat, citra diri rendah, tidak mampu mengatur diri sendiri
dan tidak mampu mengatur orang lain
|
|
Kemampuan pemahaman manajerial rendah
|
Kurang menganalisis kemampuan sendiri,
mengikuti saja gaya kepemimpinan yang sudah umum, menciptakan suasana kerja
yang negatif
|
|
Kemampuan menyelia rendah
|
Lalai memberikan pandangan positif
terhadap kerja karyawan, membiarkan hasil kerja jelek, membiarkan karyawan
kerja tanpa pengawasan
|
|
Kemampuan latih rendah
|
Tidak memandang penting aspek pelatihan
suatu tugas, tidak tahu kebutuhan orang lain, tidak memberikan tugas yang
memberikan tantangan, kurang memperhatikan potensi orang lain
|
|
Kemampuan membina tim rendah
|
Tidak dapat bekerja dalam sebuah tim,
cenderung merasa paling mampu, mengabaikan kemampuan atau pendapat orang
lain, kurang menghargai orang lain
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa kita harus mencapai prestasi
setinggi tingginya tak peduli sesulit apapun. Termasuk untuk kita generasi
muda, kitalah yang wajib mengangkat derajat bangsa ini dimata dunia baik
berprestasi dalam bidang politik ataupun olahraga dan lain lain.
3.2 Saran
Penulis hanya bisa menyarankan semoga para pembaca dapat lebih termotivasi
untuk menggapai prestasi setinggi tingginya. Tak ada yang sulit jika kita punya
motivasi dan semangat yang cukup, lakukan segalanya sesuai kemampuan dan tak
usah memaksakan diri jika memang tak mampu untuk meraih itu, berprestasilah
dibidang yang kalian minati karena Pada hakikatnya manusia adalah individu ciptaanTuhan Yang Maha Esa
yang memiliki potensi diri yang berbeda satu dengan yang
lainnya, sehingga prestasi diri setiap orang tentu tidak akan
sama. Itu sebabnya para ahli berpendapat bahwa setiap siswa
adalah individu yang unik
DAFTAR PUSTAKA
http:// Muhamadfadhilah.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar